Miris ! Habiskan Dana Milyaran, Stadion KONI dan TPST Diduga Tak Berfungsi

KhayanganNews, Sungai Penuh- Stadion KONI dan TPST di Km 14, dua bangunan milik Pemkot Sungai Penuh, dalam pembangunannya sudah menghabiskan uang APBD Kota Sungai Penuh milyaran rupiah. Kini kedua bangunan tersebut diduga tidak berfungsi dan terkesan mubasir.

Informasi yang diperoleh bahwa, pembangunan Stadion KONI di Tanah Kampung sudah menghabiskan anggaran sebesar lebih kurang Rp. 20 milyar. Dan pembangunan TPST dilaksanakan beberapa tahun lalu.

Mirisnya, stadion KONI dianggarkan dua kali anggaran yaitu, pada tahun 2017 sebesar Rp.  13,4 milyar dan tahun 2018 Rp. 6,1 milyar. 

Begitu juga dengan TPST dalam pembangunannya mendapatkan penolakan dari warga empat Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci Jambi. Anehnya lagi, Pemkot kembali menganggarkan untuk pembangunan TPA di Desa Renah Kayu Embun kecamatan Kumun Debai juga mendapat penolakan dari warga

Masa anggarannya hampir 20 milyar rupiah, tapi hasilnya seperti itu. Masih bagus lapangan di desa-desa itu hanya tribun saja yang terlihat megah" ungkap warga.

Afriansyah, salah satu pemuda kota sungai penuh, ketika dikonfirmasi Portalbuana, Minggu (13/9/2020) mengatakan, sangat disayangkan dua bangunan yang dalam pekerjaannya menggunakan APBD kota sungai penuh milyaran rupiah. Kini bangunan tersebut terkesan mubasir. Untuk apa dibangun kalau tidak difungsikan, ujar Afriansyah dengan nada kecewa.

"Itu kan dibangun menggunakan APBD dengan jumlah anggaran yang tidak sedikit. Harusnya Pemkot memanfaatkan bangunan TPST tersebut. Agar ada Azas manfaatnya untuk masyarkat"

Selain itu, ia juga menyebutkan, anehnya lagi, Stadion KONI hampir 20 milyaran anggaran yang sudah dikucurkan pemerintah untuk pembangunan nya. Namun lapangan tersebut hingga kini tak kunjung digunakan baik oleh PSSI atau untuk latihan lainnya, sebutnya.

Ia juga menjelaskan, TPST di Km 13 arah Tapan Persel, pasca selesai dibangun hingga sekarang, masyarakat tidak merasakan Azas manfaatnya, "Untuk apa dibangun kalau tidak dimanfaatkan. Kan, mubasir jadinya" (Red).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”