Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Dana Desa Banyak Disalahgunakan

Gambar
Penggunaan Dana Desa (DD) di sejumlah desa kabupaten Kerinci, cukup banyak dipersoalkan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke Inspektorat kabupaten Kerinci. Dari data yang diperoleh dari Inspektorat kabupaten Kerinci, pada 2018 ini sedikitnya ada 10 desa laporan masyarakat yang masuk terkait penggunaan dana desa yang dinilai bermasalah. "Kalau diwilayah Kecamatan Depati Tujuh ada beberapa desa yang belum mencairkan dana desa seperti di Kecamatan Depati Tujuh desa Koto Lanang dan Tambak Tinggi, sedangkan Ladeh dana sudah cair tapi belum bisa digunakan," ungkap salah seorang Auditor yang minta namanya dirasiakan. Dia menyebutkan, bahwa laporan permasalahan Dana Desa kebanyakan di kecamatan Depati Tujuh. "Depati Tujuh yang banyak masalah, untuk desa yang masuk laporan kita sudah turun," jelasnya. Sementara itu, Inspektur Inspektorat kabupaten Kerinci, Zainal dikonfirmasi, Kamis (25/10) membenarkan ada beberapa laporan yang masuk ke

Tumpah Kejalan, Air Selokan di Kota Sungai Penuh Menggangu Aktifitas Masyarakat!

Gambar
K ondisi jalan di mulai dari jalan Koto Lolo sampai Koto Renah Kota Sungai Penuh, selain jalan berlubang di Perempatan Lampu Merah. Air yang tumpah dari selokan ke badan Jalan memperparah Kondisi tersebut dan Keluhan ini di luapkan Masyarakat  Melalui Medsos Menurut fb Efri Rama, ungkapnya "Salah satu Mahakarya terbaik pemimpin Kotaku selama dua periode ini.." Postingan ini sudah di komentari puluhan orang,  di salah satu komentar yang di tulis oleh Ferry Satria  beliau mengatakan "Sudah Berbuat... Berbuat Rusak" Ferry Satria Mengatakan, Semoga Pemerintah cepat dan tanggap untuk Memperbaiki, keluhan yg sudah lama ini" ujarnya Kepada Kerincitoday, Rabu (10/10/2018). Wantaria salah satu warga yang sering melintasi Jalan tersebut mengatakan " Di depan Plaza Arafa ada Mata air yg muncul  dari selokan secara tiba-tiba pas hujan turun, Airnya selokan itu tumpah kejalan Raya, Hal ini mengganggu pengguna jalan Kita harus pelan-pelan bawa mo

Dugaan Korupsi di Sungai Penuh, Warga Datangi KPK

Gambar
Sejumlah warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh , Provinsi Jambi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu 17 Oktober 2018. Mereka melaporkan dugaan korupsi pembuatan atau pembukaan jalan sepanjang 4,7 kilometer dengan anggaran Rp 2,5 miliar pada 2017 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sungai Penuh . Padahal wilayah tersebut merupakan Kawasan Hutan Negara atau Hutan Produktif Pola Partisipasi Masyarakat (HP3M). "Hari ini, kami datang ke KPK untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Kota Sungai Penuh. Alhamdulillah laporan kami sudah diterima di bagian pengaduan," kata perwakilan warga Kota Sungai Penuh Yosnesbar di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan. Selain dugaan tindak pidana korupsi, Yosnesbar menduga Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan telah melakukan perusakan lingkungan dengan membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah tanpa diolah dengan baik. Menu