Diancam Di PAW, Armadi Rela Demi Kepentingan Masyarakat

Khayangannews - Pesta Demokrasi Yang akan di gelar serentak desember tahun 2020 termasuk kota sungai berjalan sangat alot dalam perebutan pengusungan partai ditingkat pusat.

Ada yang menarik yang terjadi di kota sungai penuh, Paslon fiyos yang digadang-gadang akan menjadi calon tunggal akhirnya akan berkompetisi dengan Dua orang sosok Pimpinan perguruan tinggi di sungai penuh Yakni Drs.Ahmadi Zubir,MM dan DR.Alvia Santoni atau yang akrab di sapa Antos, dalam perjuangan perebutan partai pengusung bukan jalan mudah yang ditempuh masing-masing kandidat paslon.

Terjadi Tarik Menarik dalam perebutan partai pengusung, Hampir 70% Masyarakat Sungai penuh yang sangat menginginkan perubahan dibuat harap-harap cemas dalam perebutan partai pengusung oleh kedua Paslon, Dalam Keberhasilan dan Perjuangan panjang Drs.Ahmadi Zubir tidak terlepas dari dukungan Masyarakat yang mendo'akannya agar berhasil mendapatkan partai pengusung dan masyarakat berharap Ahmadi Zubir untuk membuat perubahan memperbaiki kondisi sungai penuh yang tidak menunjukkan kemajuan.

Selain itu juga Masyarakat berterima kasih kepada Hardizal S,Sos yang secara ksatria dan komit demi kepentingan masyarakat.

Dan masyarakat juga sangat berterima kasih kepada Andi dan Armadi yang Rela di ancam Akan di PAW demi berjuang keras agar terjadinya proses Demokrasi yang baik di kota sungai penuh.

Armadi kepada media ini menyampaikan saya di ancam pemecatan dan di PAW waktu itu tapi tidak membuat nyali saya ciut, saya terus berjuang demi kepentingan masyarakat, Insha Allah kebenaran akan menang.

Dan ia berharap kepada masyarakat mari sama-sama kita berjuang  untuk memenangkan Drs.Ahmadi Zubir-Dr.Alvia Santoni demi terwujudnya Sungai penuh yang Maju dan Berkeadilan, BerAZAS kepercayaan masyarakat dan kepentingan rakyat kami rela berjuang apapun rintangannya."Tegasnya.

(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”