Soal penumpukan Sampah, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, H.Fajran,M.Si: " Menyayangkan Petugas Mogok Kerja, semua ada Solusinya


KhayanganNews, Sungai Penuh, – Tumpukan sampah sudah 2 hari tidak di bersihkan petugas. Menurut informasi yang dihimpun, sampah disejumlah titik dalam Kota Sungai Penuh terbiarkan tidak di angkut oleh petugas. Jum'at (5/11) 

Biasanya jam 08.00 Wib sampah yang dibuang masyarakat dibeberapa titik, sudah dibersihkan. Karena memang aturan baru mekanisme buang sampah sudah ditetapkan, mulai pukul 18.00 Wib sore sampai pukul 08.00 Wib pagi untuk pusat kota dan 07.00 Wib untuk diluar pusat kota.

pantauan awak media ini  hari yang ke dua sampah tidak diambil. Sudah menumpuk banyak. Seperti di pasar Tanjung Bajure, taman jalan Desa Gedang, depan Mesjid Raya, dan sejumlah tempat lainya.


Sementara itu, alasan petugas sampah tidak melaksanakan tugas, karena meminta tambahan upah.

“Petugas meminta kenaikan menjadi Rp 100 ribu per hari, dengan mekanisme untuk 1 kali bekerja Rp 50 ribu,” ungkap sumber, kepada media ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hairul, dikonfirmasi terkait persoalan tersebut menjelaskan, sampah yang menumpuk akan segera dibersihkan menggunakan alat berat.

“ Sekarang sudah mulai untuk dibersihkan dengan alat berat. Hari ini selesai dibersihkan,” ungkapnya.

sementara itu Ketua DPRD kota sungai penuh H.Fajran,M.Si saat dihubungi awak media KhayanganNews, terkait dengan petugas kebersihan mogok bekerja, untuk melaksanakan tugas pengambilan sampah yang menumpuk di kota sungai penuh sudah dua hari ini. Ia sangat menyangkan kejadian tersebut.

“ ini sangatlah menyanyangkan untuk tidak bekerja, apa pun permasalahan dengan adanya informasi tentang mintak kenaikan gaji, tentu ada proses yang harus kita bicarakan. proses untuk kenaikan gaji yang di ajukan, tentu tugas pengambilan sampah pun dijalankan jangan kita mogok bekerja, makin hari makin bertambah ssmpah kalau tidak diambil, saya selaku Ketua DPRD kota sungai penuh, wakil rakyat ,mengimbau kepada petugas kebersihan segera lah untuk menjalankan tugas untuk mengambil sampah, semua masalah tidak ada yang tidak selesai, selagi itu untuk kita bersama, tentunya butuh proses apalagi yang berkaitan dengan anggaran, tentu ada aturannya,” sebut fajran.(kh) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”

Anak Petani Bedeng 12 Kini Resmi Menjabat Sebagai Walikota Sungai Penuh