Wako Ahmadi Mendampingi Gubernur Al Haris mengunjungi Balai Wilayah Sungai dinas PUPR, Wako Ahmadi; " Persoalan Banjir merupakan hal Krusial di Kota Sungai Penuh.


Khayangannews.net.com, Sungai Penuh,- Penanganan persoalan banjir menjadi salah satu fokus keseriusan pemkot Sungai Penuh yang harus segera di tuntaskan.

Hal ini merupakan salah satu kontek pembicaraan serius wako Ahmadi  dengan Gubernur Jambi Al Haris, ketika mengunjungi balai wilayah Sungai di dinas PUPR Kota Sungai Penuh. Senin,02/08/21 

" persoalan banjir menjadi problem krusial yang dihadapi pemerintah Kota Sungai Penuh karena membawa dampak sangat merugikan bagi masyarakat. Ujar wako Ahmadi

Dipaparkan Wako Ahmadi, tidak kurang sekitar 3000 hektar areal pertanian masyarakat terendam banjir saat musim hujan, kondisi tersebut secara langsung menurunkan tingkat produksi.

Pemkot Sungai Penuh kata Wako Ahmadi, terus berupaya berbuat untuk menangani banjir sesuai dengan kemampuan. 

Namun untuk menuntaskan permasalahan banjir secara menyeluruh diperlukan penanganan banjir secara terintegrasi dan lintas wilayah.

"Kita berharap ada kegiatan normalisasi sungai secara rutin di Kota Sungai Penuh. Karena ada beberapa sungai besar disini," ujar Wako Ahmadi.

Pembicaraan ini juga dilanjutkan Wako Ahmadi saat audiensi dengan Gubernur Jambi serta para kepala Balai lingkup kementerian PUPR di aula kantor Walikota Sungai Penuh.

Setelah dipaparkan oleh Wako Ahmadi dihadapan Gubernur Al Haris, Gubernur Jambi pun merespon dengan positif,  secara langsung Gubernur Al Haris meminta kepada kepala balai wilayah Sungai dinas PUPR Kota Sungai Penuh untuk segera menyusun skema penanganan banjir di Kota Sungai Penuh.

"Silahkan balai membuat skema penanganannya," Tegas Wo Haris. 

(Khairi) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Yos Adrino Calon Wakil WaliKota Resmi dilaporkan Ke Bawaslu Sungai Penuh

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni