IPMR-J GELAR MILAD YANG KE-40 DAN DISKUSI PANEL


Ikatan pelajar mahasiswa Rawang jambi memperingati milad yang ke-40, Minggu (21-02-2021) dengan cara yang berbeda. 
peringatan milad kali ini,ditambahkan dengan acara diskusi panel dengan para masyarakat,pemuda,mahasiswa,dan para pejabat yg berasal dari hamparan Rawang.

Ketua umum IPMR-J Getra Risliandi Afisal mengatakan,tema yang diusung pada milad Ipmr-j yang ke-40 ini yaitu," Semua ada di hamparan?".
"Tema yang diangkat untuk mempertegas kondisi hamparan Rawang pada saat ini,mulai dari covid 19,politik,budaya, pembangunan,ekonomi,serta semua yang berhubungan dengan kondisi hamparan Rawang,Dan hal ini dibahas di dalam diskusi panel yang mana di hadiri oleh para narasumber,mulai dari camat hamparan Rawang,dinas kesehatan, direktur rumah sakit H.bakri, ketua lembaga kerapatan adat,ketua forum kepala desa,tokoh pemuda,dan alumni ikatan pelajar mahasiswa Rawang Jambi",kata Getra.

Ketua pelaksana, m.dzakwan mubarak, mengatakan,acara milad dan diskusi panel pada kali ini merupakan bentuk solidaritas,dan kepedulian IPMR-J terhadap Hamparan Rawang.

IPMR-J juga langsung melakukan peresmian pos masker untuk di bagikan kepada masyarakat hamparan Rawang,yang langsung diresmikan oleh pihak dinas kesehatan.

Oleh karena itu,lewat tema milad dan diskusi panel ini, IPMR-J mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa,termasuk pemerintah,lembaga politik,pemuda,mahasiswa,dan tokoh adat,untuk menyelesaikan masalah ini.
Bahwa tantangan IPMR-J di usia 40 tahun akan menemukan masalah besar,termasuk masalah pendemi.

Pihak kecamatan,forum kades,lembaga kerapatan adat dan para pejabat tokoh lainnya menyampaikan, secepatnya akan menyelesaikan persoalan pembangunan stadion mini di hamparan Rawang. Ini merupakan salah satu output dari diskusi panel yang diselenggarakan IPMR-J pada hari Minggu 21-februari-2021.

(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Yos Adrino Calon Wakil WaliKota Resmi dilaporkan Ke Bawaslu Sungai Penuh

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni