Sungai penuh Darurat Politik Uang. Tomi Zandra : Ini Edukasi Buruk Bagi Masyarakat

KhayanganNews, Sungai Penuh-Sebagaimana kita ketahui bersama pada 9 desember 2020 indonesia akan menggelar pilkada serentak sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Tidak terkecuali Kota Sungai Penuh, bersamaan dg itu berdasarkan hasil rilis Bawaslu Kota Sungai Penuh juga ditetapkan sebagai daerah rawan  konflik tertinggi pertama secara nasional dalam pilkada serentak 2020, penetapan ini disebabkan dg sejumlah faktor dimulai dari ketidak netralan asn, intimidasi, politik uang (money politik) sampai pemecatan tenaga honorer. Hal ini tentu menjadi PR besar bagi kita bersama, ini juga tidak terlepas dari minimnya pendidikan ataupun edukasi yg diterapkan oleh para elit politik. 

Berkenaan dengan itu salah satu Pemuda Koto Baru Tomi Zandra  mengaku risih dengan kondisi ini Kandidat yg selalu menggeborkan atau selalu membagikan uang.

"Secara tidak langsung tidak punya niat utk membangun karena dari prosespun sudah merusak bagaimana jika terpilih nantinya"- Ujar alumni fakultas hukum unja tersebut.

"Hal yg semacam ini jelas merusak titah dan menambah citra buruk  proses berdemokrasi, kalau memang kandidat itu punya potensi dan punya visi-misi yg jelas biarkan masyarakat yg menilai dan mententukan pilihannya, saya rasa masyarakat sungai penuh rasional kok, mereka juga tau siapa yg akan membawa perubahan bagi kota sungai penuh kedepannya, bukan dengan cara membeli suara. Ia juga menghimbau kepada masyarakat kota sungai penuh jangan mudah terpengaruh dg uang, jangan mau suara kita dibeli oleh paslon"-Tambahnya.

"Selain melanggar hukum money politik( politik uang) juga tidak baik bagi masyarakat karena tidak ada pelajaran yg bisa diambil dari proses demokrasi bagi publik"- Tutupnya.

(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Yos Adrino Calon Wakil WaliKota Resmi dilaporkan Ke Bawaslu Sungai Penuh

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni