Pemberitaan Ngawur atau Hoax Kembali Terpa Ahmadi-Antos

KhayanganNews, Sungai Penuh-Kembali Paslon 01 diterpa pemberitaan hoax. Yang mana dalam pemberitaan beberapa media mengatakan beredar kabar uang siraman dari Paslon 01 AZAS mulai beredar. Bawaslu himbau warga laporkan temuan dan pemberitaan Tim AZAS gencar mainkan politik uang. Sungai Liuk 200 rb, Hamparan Rawang 150 rb dan Kumun Debai 120 rb.

Hal ini berbanding terbalik dari apa yang diberitakan juga tengah di hebokan masyarakat dan pengguna media sosial tidak sesuai apa yang ada dalam pemberitaan.

Dalam media sosial tengah di hebokan uang siraman Paslon 02 sudah mulai beredar dengan jumlah siraman sebesar Rp. 250.000 dari akun Facebook Medio Oktaviano Tim Fikar-Yos merupakan bukti mengungkapkan kekecewaannya karena uang yang diserahkan ke masyarakat mendapat ceramah walau uang diambil hingga Medio Oktaviano menyalahkan bodoh yang tukang data.

Hingga postingan tersebut di screnshoot Heru Sragen Tim 01 kembali diposting setelah Medio Oktaviano menghapus postingannya. Heru Sragen pun diancam akan dilaporkan ke Polisi kalau tidak menghapus postingan tersebut.

Serta beredar Uang siraman yang diungkapkan MK warga Hamparan Rawang yang telah menerima uang siraman dari tim 02 sebesar Rp. 350.000.

Ketua DPC PPP Kota Sungai Penuh Andi Oktavian, SE salah satu partai pengusung Ahmadi-Antos saat dihubungi awak media ini mengatakan, “Tim sebelah mulai ngawur membalikkan fakta. Sampai saat sekarang saya tau persis Paslon 01 tidak ada melakukan penyiraman.”-Ujar Andi.

Untuk diketahui biaya biaya Kampanye selama ini semua swadaya masyarakat yang menginginkan perubahan. Begitu juga saya pribadi untuk honor saksi TPS Kumun saya yang menanggung sendiri. Ini semua dilakukan demi menghentikan kezholiman 10 tahun yang di rasakan masyarakat.

Sebenarnya Tim 02 lah yang gencar melakukan penyiraman ke masyarakat. Perlu dipertanyakan diduga mobil dinas kadis kominfo Heri Amperwan berplat hitam dari subuh parkir didepan posko 02 di Jalan Depati Parbo Koto Lebu ada apa? ujar Andi Oktavian.

Ditempat terpisah Hasvia tokoh masyarakat dan akademisi Sungai Penuh mengatakan, “Terkait pemberitaan yang dinilai ngawur dikatakan Paslon 01 melakukan penyiraman uang, sebenarnya mereka lah yang gencar saat ini melakukan penyiraman.

Apa pun kata kata mereka tentang Paslon 01 masyarakat tidak akan percaya. Sepertinya mereka ingin mengalihkan isu yang nyata-nyata merekalah melakukan penyiraman.

Saya selaku tokoh masyarakat tengah menggalakkan ke masyarakat stop money. Index kerawanan pemilu kada Kota Sungai Penuh saat ini tertinggi di Indonesia salah satunya Money Politic yang membodohi masyarakat, ujar Hasvia.

Lebih lanjut Hasvia mengatakan, “Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh jangan mau di iming-iming dengan uang. Harga diri tidak bisa dibayar dengan uang. Mari gunakan hak pilih tanpa bayaran, pungkas Hasvia.

(Red)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”

Anak Petani Bedeng 12 Kini Resmi Menjabat Sebagai Walikota Sungai Penuh