Tanpa Dibayar, Tanpa Nasi Bungkus dan Nihil Benturan Kampanye AZAS Senantiasa Kebanjiran Massa

KhayanganNews,Sungaipenuh- Kehadiran Ahmadi-Antos cawako-cawawako Sungaipenuh dengan nomor urut 1 (satu) berungkali sukses membuat publik Sungaipenuh menjadi terpukau. Terbukti dalam setiap agenda yang digelar AZAS ribuan warga selalu tumpah ruah dan larut dalam suasana bahagia disepanjang acara berlangsung.

Hal ini disebabkan AZAS yang memang dinginkan masyarakat untuk perubahan Kota Sungaipenuh. Hadir dengan damai dan murni membawa misi sosialisasi visi dan misi serta program kerja jika dirinya ditakdirkan terpilih menjadi pemimpin Kota Sungaipenuh. 


"ya, di mana-mana AZAS selalu disambut hangat. Tidak peduli hujan maupun panas, terbukti massa yang sama sekali tidak dibayar atau dikasih nasi bungkus terlihat selalu membludak disetiap kunjungan AZAS tersebut", ungkap Dede yang merupakan warga Sungaipenuh, (1/12/20). 

Hal ini berbanding terbalik dengan paslon lain yang sering mendapatkan penolakan dimana-mana dan ironisnya di suatu desa dimana bazis paslon itu sendiri juga tidak luput dari keberatan menerima kehadiran paslon tersebut  dengan alasan dikatan banyak janji yang tidak ditepati, sebagaimana statmen yang dinyatakan dalam vidio yang telah viral. 


"AZAS tidak pernah diusir apalagi dihadang. Pernah satu kali terjadi penolakan, namun sebelum terjadi penghadangan oleh segelintir oknum, AZAS keburu menunda agendanya demi menghindari benturan antar sesama masyarakat. Selebihnya AZAS diterima ribuan masyarakat dengan penuh suka cita", ujar Adam yang merupakan militan AZAS. 

Membludaknya warga yang menginginkan perubahan bersama AZAS juga terbukti adanya. Hal ini ternyata bukanlah sekedar narasi pemanis yang lahir dari khayalan penulis selanjutnya ditulis dengan melebih-lebihkan atau mendramatisir keadaan 
yang sebenarnya terjadi. 

Faktanya sebagaimana yang terlihat di berbagai hasil tangkapan kamera jurnalis dan wartawan yang menggambarkan keadaan yang terjadi.

(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”

Anak Petani Bedeng 12 Kini Resmi Menjabat Sebagai Walikota Sungai Penuh