Tolak Politik Dinasti di Kota Sungai Penuh, GMI dan 7 lembaga Gelar Aksi di DPP Demokrat.

Khayangan News, Sungai Penuh - DPP Partai Demokrat dikabarkan akan di geruduk para aktivis yang tergabung dari 7 Lembaga dan Gabungan Mahasiswa Indipenden (GMI). Partai Demokrat yang dinakhodai Agus Harimurti Yudhoyono tersebut diketahui secara pasti akan mengusung kandidat Bacawako Kota Sungai Penuh 2020-2025 yang berdasarkan dari informasi bahwa Demokrat Kota Sungai Penuh memberikan rekomendasi kepada pasangan Fikar Azami Yos Adrino pada pilkwako Sungai Penuh.

Namun berhembus kabar pada hari Senin - Selasa 10-11 Agustus 2020 akan diadakan unjuk rasa bebas oleh para aktivis yang tergabung, berlokasi dihalaman Kantor Partai berlambang Mercy tersebut.

Adapun tuntutan yang akan dikemukakan dimimbar bebas tersebut Antara lain, Menuntut DPP Partai Demokrat untuk lebih selektif dalam mendukung Paslon yang akan bertarung di Pilkada serentak tahun 2020, dan menolak Politik Dinasti. Mendesak DPP Partai Demokrat untuk tidak mengusung saudara walikota Sungai Penuh karena diduga telah membangun Kerajaan Dinasti di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. 

Dengan adanya aksi tersebut, lembaga Laskar Merah Putih Perjuangan LMPP Provinsi Jambi, yang dipimpin attan Tambunan, dicurigai pihak yang tidak bertanggungjawab dalam menggelar aksi yang akan dilaksanakan.

Attan dikonfirmasi media ini mengatakan tidak ada hubungannya dengan aksi aktivis tersebut.

"Ya, kita sudah tahu bahwa akan ada aksi unjuk rasa di depan DPP Partai Demokrat, namun sayangnya, ada yang menuding kita LMPP yang akan menyuarakan aspirasi rakyat tersebut, Namun yang jelas itu bukan kita," tegas Attan.

Attan menyayangkan oknum yang mengaku timses Fikar Yos telah menuding LMPP sebagai garda terdepan dalam aksi yang akan dilaksanakan didepan kantor DPP Partai Demokrat. (Red)

Sumber : Portal Buana



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Yos Adrino Calon Wakil WaliKota Resmi dilaporkan Ke Bawaslu Sungai Penuh

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni