Selamat, Yuda Oktana Terpilih Sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Prov Jambi




KHAYANGANNEWS - Yuda Oktana anak muda kelahiran 1993 ini terpilih sebagai salah satu pemuda pelopor tingkat Provinsi Jambi. 

Seleksi pemuda pelopor Diskepora Provinsi Jambi TA anggaran 2019 tersebut ada 15 orang yang mendaftar dan yang terjaring hanya 9 orang peserta. "Nantinya 9 orang ini akan dibina lagi untuk pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional di tahun 2020 mendatang," katanya.

Mereka yang terjaring yaitu, Muhammad Afifi Ramadhani, Suci Utami Armand Rahman Gustina, Ridho Saputra, Yuni Kartika, Yuda Oktana, Apriandra dan M Agung Dian Perdana. "Kalau 2 pemenang di tahun kemarin , itu sudah di kirim tahun ini ke tingkat nasional," tandasnya.

Mereka yang terjaring tersebut tentunya tidak serta merta ditunjuk secara langsung melainkan mengikuti mekanisme yang ada serta sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

"Ada dua kriteria yang harus di penuhi, yaitu kriteria umum dan khusus," jelasnya.

Kriteria umum peserta harus WNI beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki loyalitas terhadap negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta tidak cacat hukum. "Memiliki idealisme kejujuran, integritas kepribadian, jiwa sukarelawan, bijaksana berbudi pekerti dan bermartabat," tuturnya.

Serta mereka memiliki karya nyata berkualitas yang dilaksanakan secara konsisten dan gigih serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu memberikan nilai tambah pada berbagai aspek kehidupan masyarakat

"Juga mendapatkan pengakuan dari pemerintahan dan berbagai pihak atas peranan dan kontribusi kenyataannya di bidang yang dipeloporinya," tambahnya.

Sementara kriteria khusus, harus memiliki visi dan misi yang mampu berkomunikasi, berinteraksi dalam menggembangkan organisasi komunitas dalam mengembangkan kepeloporan, memiliki kemampuan kepemimpinan dan disiplin.

"Memiliki pengalaman berorganisasi yang pantas diteladani dan mampu membina kader serta memiliki memampuan dalam aspek kreativitas, juga memiliki keterampilan dalam peloporannya," ujarnya.

Mereka juga harus memiliki ketanguhan dan menghadapi ancaman hambatan, tantangan serta memberikan dampak positif dan nilai sosial ekonomi secara signifikan di tengah-tengah masyarakat, mampu membangun partisipasi aktif masyarakat di bidang kepeloporannya.

"Mereka mampu memotivasi masyarakat untuk melakukan perubahan paradigma yang positif dan harus adanya pengakuan masyarakat karena dirasakan aspek kemanfaatan atas bidang pelaporannya," tandasnya.
(Tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”