Nanda: Selamat Milad HMI ku Ke-72, YAKUSA !

KHAYANGANNEWS-  Tidak bisa di pungkiri, kita sebagai kader yang menjadi tulang punggung organisasi masih terbilang belum maksimal dalam memperjuangkan estafet perjuangan para pendahulu sebelumnya. Oleh karena itu, menjunjung tinggi amar ma’ruf nahi munkar, memupuk solidarity trust, meningkatkan potensi dan hasil karya, menyuarakan Hak dan melakukan kewajiban sebagai kader menjadi jawaban atas problematika yang telah terjadi.

Momentum besar diatas di atas usia ke-72 adalah semangat baru untuk seluruh kader HMI, selaku kader patut bersyukur atas menyambut kelahiran HMI. Tepat pada tanggal 05 februari 2019, umur organisasi ini bertambah tua menjadi umur yang ke-72. Apabila di ibaratkan dengan umur manusia, semakin tua semakin tidak produktif, namun lain hal dengan organisasi, semakin tua harus dijadikan refleksi bagi diri kader untuk menjadi lebih produktif terhadap keberlangsungan eksistensi organisasi. Kematian organisasi menjadi tanda gagalnya kader mempertahankan budaya produktifitasnya pada organisasi.  

Semangat generasi baru akan sangat menentukan nasib organisasi kedepan, dan hal itu akan menentukan nasib Negeri ini. Kader HMI harus menjaga produktifitas dengan menjaga konsistensi perkaderan dan meningkatkan spirit dalam berkarya. Kenapa keduanya menjadi penting dalam mempertahankan nasib dan eksistensi organisasi? Karena, perkaderan merupakan lumbung dari semangat berkarya dalam meneruskan estafeta organisasi, dan berkarya menjadi kesatuan utuh sebagai kader dalam mensyukuri potensi ketuhanan yang telah diberikan sang pencipta kepada mahluk ciptaan yang bernama manusia.

Aksi heroik kader HMI terhadap Negeri ini telah lama berkiprah, dimulai sejak berdirinya pada tanggal 05 februari 1947 M, bertepatan 14 Rabiul Awwal 1366 H sampai saat ini. Sosok Lafran Pane menjadi tokoh utama yang didengungkan menginisiasi berdirinya organisasi yang berstatus sebagai organisasi mahasiswa, berfungsi sebagai organisasi kader dan berperan sebagai organisasi perjuangan. Beliau menjadi role model yang tak tergantikan dalam mewujudkan tujuan HMI.

Sosok beliau menjadi layak diberikan penghargaan sebagai pahlawan Nasional yang telah memberikan kontribusi nyata melalui organisasi yang di inisianya. Dengan banyaknya melahirkan sosok kader yang berkiprah dan memiliki keahlian khusus di bidang sosial, hukum, pendidikan, politik, ekonomi, agama, budaya dll. Tentunya, dengan kiprah para kader-kadernya tersebut, dari mulai sabang sampai merauke menciptakan sejarah baru dengan selalu mengabdikan dirinya terhadap negeri ini. Kontribusi itulah yang layak menempatkan sosok Lafran Pane sebagai pahlawan yang memiliki kemampuan mengorganisir, menciptakan sejarah dan banyak melahirkan kaum intelegensia dari rahim organisasi yang di inisiasinya.

(NDP)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”

Anak Petani Bedeng 12 Kini Resmi Menjabat Sebagai Walikota Sungai Penuh