Saiful Roswandi: Proyek Jembatan Di Kota Sungai Penuh ini "Membahayakan"

Ket foto. Saiful Roswandi sedang meninjau kondisi jembatan air sesat. Simpang Tiga. Hamparan Rawangn Sungai Penuh.

KHAYANGANNEWS- Pembangunan jembatan di Dusun Air Sesat, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungaipenuh cukup membahayakan. Pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran Rp 800 Juta dibangun ternyata tidak memperhitungkan daya tahannya.

Pasalnya, pondasi jembatan tidak tertanam dengan baik. Alas pondasi cuma disangga dengan papan cor. Sehingga pondasi jembatan menjadi tergantung dan tidak menancap kedalam tanah.

Dari konstruksi bangunan seperti itu, tentu sangat membahayakan. Jika papan cor dan kayu penjaganya lampuk, maka kekuatan pondasi jembatan tidak ada lagi.

"Kalau kita lihat, konstruksi pondasi jembatan memang kurang mantap. Kekuatan pondasi cuma disangga papan cor. Sehingga pondasinya tergantung. Kan nanti papan cornya akan lampuk, lalu kekuatan pondasinya dimana?" Ujar Saiful Roswandi.

Aktivis HMI ini sangat menyayangkan konstruksi bangunan jembatan yang kurang memperhitungkan daya tahan pondasinya. Kondisi itu membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan yang melewatinya. Jika sewaktu-waktu jembatannya ambruk.

"Yang terpenting dari suatu bangunan itu, adalah daya tahan. Tanpa daya tahan yang memadai. Tentu mengancam keselamatan jiwa manusia. Kondisi itu yang mesti diperhatikan dari setiap pembangunan. Bukan asal bangun atau yang penting membangun, tanpa melihat keselamatan jiwa penggunanya" Tegas mantan presenter Jambitv ini.

Untuk itu, ia meminta kepada Wali Kota Sungaipenuh dan dinas terkait agar menunda serah terima bangunan dengan pihak kontraktor. 

"Sebelum dipastikan bahwa jembatan itu benar-benar baik, jangan dulu melakukan serah terima. Karena kondisi jembatannya cukup beresiko" Tegasnya.(ZSZ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni

Pengacara FIYOS Tidak Konsisten,Isitilah Kerinci “Kato Pagi Dak Sampai Petang”