"Kisruh PSSI Sungai Penuh, Mertua Fikar yang juga Kadis Pendidikan Angkat Suara"

KHAYANGANNEWS- kisruh soal persepakbolaan sungai penuh terus bergulir ditengah tengah masyarakat,soal ketidak ikut sertakan PS Sungai penuh di ajang Tahunan Gubernur CUP 2019.

Ketidak ikut sertaan sungai penuh diajang Gubernur CUP 2019 Membuat banyak pihak angkat suara, salah satunya adalah mertua Fikar Azami yang juga Kadis Pendidikan kota Sungai Penuh yang langsung menanggapi melalui surat Terbuka yang ditujukan kepada Ketua KONI sungai Penuh.

Ini isi surat terbuka dari Hadiyandra yang juga mertua Fikar sekaligus kadis Pendidikan Kota Sungai Penuh:

Assalamualaikum Wr. Wb.  

Surat Terbuka u Ketua Umum KONI Kota Sungai Penuh. 

Sdr Ketua, sbg insan yg pernah berkecimpung di sepakbola, mulai dr level kampung sampai dg nasional, sy sangat memahami substansi dan roh persepakbolaan.  Sy juga sangat familier dg Statuta PSSI, dan sy jg ikut membidani lahirnya Statuta Asprov PSSI. Terkait hal yg viral di "kota kecil" kita ini ttg tdk dikirimnya tim sepakbola ke ajang turnamen sekelas Gubernur Cup Jambi,  =yg bukan agenda resmi PSSI= beberapa hal ingin sy sampaikan:

1. Ternyata (sy br tahu) bahwa penggantian sekaligus penunjukan Plt Ketua PSSI Kota SP dilakukan saat perhelatan turnamen tinggal menghitung hari. Yang anehnya,  penunjukan plt tdk dikoordinasikan dg pemerintah kota dan jajaran PSSI yg ada di SP. (Kalaupun sy diajak berkomunikasi,  tentu saat itu sy tdk berkeberatan krn sbg mantan SEKJEN PSSI yg rasanya pantas didengar sumbangsarannya,  terutama lg sy sbg putra daerah. 

2. Penunjukan plt jg terkesan "gagal paham statuta". Betapa tdk,  Sdr Fikar Azami adalah wkl ketua umum PSSI prov Jmb,  yg putra daerah SP tdk diajak bicara dlm forum Rapat Eksko PSSI (terlepas beliau sbg mantan ketua PSSI SP). Padahal, keputusan organisasi PSSI, pd level mnpun, adalah kolektif kolegial. Ketua pssi, sekali lg, pd level apapun,  hanya menjlnkan keputusan organisasi yg teknisnya didelegasikan kpd sekretaris organisasi. 

3. Psikologis organisasi,  penunjukan plt saat urgen di atas adalah ketua pssi provinsi "gagal daya jangkau mindsetnya". PSSI sejak lahir selalu memikirkan kepentingan organisasi yg berdampak masyarakat luas. Mana mungkin plt bs berkoordinasi dlm wkt singkat, apalagi plt yg ditunjuk tdk mengenal samasekali kultur sepakbola dan masyarakat SP.   Tentu pd skala ini,  wajar sy berpikir ada hal yg terkonspirasi dlm penunjukan plt yg tdk melibatkan masyarakat sepakbola Kota SP.  

4. Sepakbola adalah sepakbola,  yg berkontribusi langsung dg persatuan dan kesatuan bangsa, perekat NKRI. Manakala dikelola dg tujuan2 pragmatis,  mk kegagalan berorganisasi dlm sepakbola tak akan terbantahkan. Menjiwai sepakbola bg pengurusnya adalah keniscayaan.  Melangkah seirama dr dua ayunan kaki yg setara adalah filosofi berorganisasi. Ketika dua kaki itu tak beraturan,  mk berbelok zigzag lah organisasi dibuatnya,  tdk beraturan dan tak tentu arah yg mau dituju. 

5, Atas dasar inilah,  sbg insan bola,  sy berharap saudara ketua KONI kota SP segera bersikap u membenahi cara berorganisasi, terutama cabor sepakbola. Sy berpikir,  Saudara layak berkirim surat kpd PSSI provinsi Jambi atas langkah blunder yg mrk lakukan tergadap sepakbola kita.  Harapan ini bertujuan agar tdk berkembang liar di masyarakat bola yg berakibat perpecahan. Kita cinta negeri ini,  mk kt lah yg hrs memperjuangkannya, bukan org2 luar yg tdk memahami kultur sepakbola dan masyarakat kita. 

Demikianlah surat terbuka ini u dipahami bersama. 

Wassalam,  Hadiyandra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Yos Adrino Calon Wakil WaliKota Resmi dilaporkan Ke Bawaslu Sungai Penuh

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni