Indra : Fikar Menyandra KNPI Kota Sungai Penuh Ke Gelanggang Politik Praktis

KHAYANGANNEWS- Tidak adanya klarifikasi dari pengurus DPD II KNPI Kota Sungai Penuh dan DPD I KNPI Provinsi Jambi membuat banyak pemuda angkat bicara mengenai permasalahan yang di alami KNPI Kota Sungai Penuh. Salah satunya Sekretaris Umum Pemuda Muhamadiah ikut juga berkomentar dalan tulisannya yang berjudul "Matinya Demokrasi di KNPI Kota Sungai Penuh" 

Dalam akun Facebooknya Indra selaku Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiah Kota Sungai Penuh ia Menulis di akun media sosialnya "Matinya Demokrasi di KNPI Kota Sungai Penuh" 

Musda KNPI Kota Sungai Penuh terjadi dalam kegelapan ditengah suasana Demokrasi yang terang, sejumlah OKP tidak hadir karena disinyalir ada kendali politik untuk memberi jalur mulus dalam perebutan kekuasaan, dalam dunia transparansi hari ini kita menemukan keanehan dimana MUSDA dilakukan tersembunyi tanpa informasi media, malah publik mengetahui di medsos, dimana posisi demokrasi KNPI?

KNPI subtansinya memberi ruang berdialektika dan berkontestasi dalam proses Pengdemokrasian kepemudaan, ia harus menjadi wadah kaderisasi dan edukasi untuk generasi muda dalam mensuplai wawasan, sehingga masa depan bangsa ini di pimpin oleh manusia berkualitas dan berintegritas. Musda KNPI telah membunuh ruang demokrasi dimana transisi kekuasaan dikendalikan oleh penguasa, demokrasi merupakan kesadaran bersama dimana kedaulatan ditangan rakyat. Ditubuh KNPI itu memberi kesan bahwa demokrasi telah dihina dengan menyembunyikan dan menggelapkan, bahkan ada OKP yang tidak hadir dikarenakan tak dapat undangan.

Ini sebenarnya soal dimana posisi kekuasaan tak lagi dikendalikan oleh demokrasi tapi demokrasi dikendalikan oleh kekuasaan, sehingga kesewenang wenangan memformat transisi kekuasaan seolah demokrasi,padahal itu jelas membunuh demokrasi karena tidak membangun partisipasi pemuda.

KNPI mesti bertaubat, 4 tahun ketua KNPI dipegang oleh bung Fikar Azami namun tidak memberi bukti kemajuan pemuda Kota Sungai Penuh, beberapa kegiatan tidak melibatkan OKP, justru bung fikar menyandra KNPI dalam gelanggang politik praktis, kita tahu bung fikar juga Ketua DPC Demokrat, bagaimanapun mencoba berdalih tetap AD ART KNPI menjelaskan dalam pasal 6 "KNPI bersifat terbuka dan indenpenden". 

Dalam pasal 6 AD ART KNPI jelas memberi pesan bahwa bung fikar tidak indenpenden, kemudian MUSDA yang dilakukan secara tidak terang bertentangan dengan konstitusi KNPI. 

Demokrasi ditubuh KNPI harus dihidupkan, ini menjadi tantangan pemuda yang punya akal sehat."

(ZSZ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Kecamatan Koto Baru Dikeroyok Tim Paslon 02. Pengeroyok Dari Luar Kecamatan Koto Baru

Yos Adrino Calon Wakil WaliKota Resmi dilaporkan Ke Bawaslu Sungai Penuh

Candra yang diduga seorang Dukun membawa veni(22) Mahasiswi UNP nikah lari, di keroyok hingga babak belur oleh pihak Keluarga veni